Articel

Memilih Tempat Belajar Fotografi

Menentukan tempat di mana seseorang akan belajar fotografi menjadi proses lanjutan ketika seseorang menentukan seni fotografi sebagai hobi maupun pilihan hidup, hal ini menjadi hal yang penting dalam sebuah proses. Dalam proses belajar fotografi, seseorang akan mempelajari teknik dasar yang mampu mengajarkan seseorang bagaimana mendapatkan gambar yang benar secara teknis.  Sebagai contoh pengetahuan tentang cahaya (lighting) yang tepat akan membantu kita ketika kondisi kurang cahaya dan membuat efek tertentu, pengolahan exposure dapat membantu foto kita menjadi gelap atau terang sesuai dengan konsep yang akan dibuat, komposisi akan mengarahkan kita pada kesan harmoni dan keteraturan, di sinilah peran teknik fotografi dalam pembuatan karya foto.

Kita akan dihadapkan dengan proses benar dan salah terlebih dahulu dalam prosesnya. Pada tingkatan tertentu, teknik fotografi tidak lagi dibicarakan karena mungkin sudah menjadi sebuah kemampuan bagi seorang pemotret, kemampuan hasil belajar itulah yang mendorong para pemotret sudah tidak membuat karya foto yang bagus, baik atau menarik, tetapi beranjak pada pembuatan karya foto bertema, berkonsep sesuai kaidah fotografi, atau tidak sesuai kaidah atau bahkan menentang kaidah fotografi pada umumnya. Ketika memahami benar dan salah kaitannya dalam teknik fotografi, kita akan mempunyai modal untuk membuat karya fotografi yang dapat dipertangungjawabkan.

Tidak jarang beberapa pemotret bereksperimen membuat sebuah karya foto dengan menentang kaidah-kaidah fotografi atau sengaja membuat kesalahan, hal ini tentunya dibuat berdasarkan pemahaman dan tujuan tertentu pada sebuah eksperimen fotografi. Kita mungkin sering mendengar beberapa pernyataan, bahwa fotografi itu sangatlah subyektif, tetapi pernyataan itu semestinya tidak kita jadikan alasan membuat karya fotografi semau gue tanpa dasar yang jelas. Subyektivitas karya fotografi mungkin dapat kita tempatkan kepada aplikasi teknik, pemahaman terhadap konsep dan tema serta pertanggungjawaban atas informasi di dalam konten foto. Subyektivitas proses maupun karya fotografi bukan alasan untuk bersembunyi dari komentar atau kritik sebuah karya foto yang dibuat oleh pemotret.

Di mana dan bagaimana seseorang mendapatkan itu semua?

  1. Sekolah fotografi
  2. Kursus fotografi
  3. Mengikuti seminar fotografi
  4. Mengikuti komunitas fotografi
  5. Belajar dengan kawan
  6. Belajar sendiri

Sekolah fotografi merupakan solusi bagi seseorang untuk belajar fotografi secara akademis dengan sistem pembelajarannya yang sistematis. keuntungannya adalah seseorang akan benar-benar mengerti dan memahami seluk-beluk mengenai dunia fotografi baik secara teknis maupun nonteknis yang diajarkan di bangku perkuliahan serta berhak menyandang gelar akademis. Pada kondisi tertentu seseorang mempunyai hambatan untuk belajar di bangku kuliah, seperti faktor pekerjaan dan lain sebagainya. Seorang tentara sangat kecil kemungkinan untuk dapat mengikuti proses belajar-mengajar di fakultas dengan jurusan seni fotografi. Seorang polisi juga hampir kesulitan ketika harus mengikuti perkuliahan seni fotografi. Seorang PNS hampir sama kesulitannya karena aktivitas dalam pekerjaannya. Dengan tingkat kesibukan tertentu, seseorang akan terhambat untuk belajar dan beraktivitas fotografi, bukan berarti mereka dengan tingkat aktivitas tinggi tidak berhak berfotografi dan menghasilkan karya foto yang menarik.

Kursus fotografi dapat menjadi pilihan bagi mereka yang terhambat oleh waktu.  Banyak tersebar short course fotografi di kota-kota besar dengan sistem pembelajaran yang aplikatif dan dapat ditempuh dalam waktu yang singkat. Seseorang dapat belajar fotografi dengan waktu yang lebih fleksibel daripada menempuhnya di bangku perkuliahan. Beberapa tempat kursus fotografi saat ini sudah banyak yang menawarkan pembelajaran fotografi dari tingkat basic, intermediate, advandce sampai professional, jadi tidak perlu kuatir, seseorang hanya menyediakan uang, waktu, dan pikiran seseorang mempunyai kesempatan pemotret yang andal.

Seminar fotografi dapat menjadi alternatif seseorang untuk belajar fotografi. Kelemahannya adalah waktu pelaksanaan terkadang berbenturan dengan kesibukan seseorang. Seminar fotografi biasanya hanya membahas  pengalaman pemateri selama berfotografi dan sedikit tips trik dalam memotret. Kelemahan lainnya adalah sistem pembelajaran kurang intensif karena dihadiri oleh puluhan bahkan ratusan peserta seminar. Apakah mengikuti seminar fotografi itu efektif untuk belajar fotografi? Efektif dan tidaknya seseorang belajar fotografi dengan mengikuti seminar fotografi, garansinya adalah dirinya sendiri, dengan waktu yang terbatas, interaksi pemateri dan peserta terbatas otomatis materi yang disampaikan juga terbatas. Ketika seseorang berharap banyak dengan materi yang disampaikan pemateri, kemungkinan seseorang akan mengalami kekecewaan. Apa yang perlu dilakukan dengan kondisi ini? Seseorang dapat mengambil pengalaman dari narasumber untuk dijadikan semangat serta motivasi dalam belajar fotografi dan mengaplikasikan tips trik yang disampaikan pemateri dalam seminar. Selain itu, kita dapat menjalin koneksi dengan peserta lain untuk melanjutkan proses belajar fotografi yang didapat ketika seminar.

Komunitas fotografi juga dapat menjadi pilihan seseorang dalam mengasah kemampuan berfotografinya, kelemahannya terkadang komunitas fotografi tidak secara sistematis dalam memberikan pembelajaran, tetapi komunitas fotografi menawarkan kebersamaan sehingga pembelajaran akan mengalir tanpa disadari oleh seseorang.  Komunitas fotografi tidak secara langsung melatih anggotanya untuk menjadi fotografer andal. Interaksi dalam setiap kegiatanlah yang mengasah mereka menjadi pemotret yang dapat menghasilkan karya fotografi yang menarik dan dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan hunting foto bersama, diskusi fotografi dan pameran fotografi dapat menjadi pembelajaran tersendiri dalam beraktivitas fotografi. Mungkin karena terkendala waktu dan kesempatan, seseorang tidak dapat beraktivitas mengikuti klub fotografi.

Alternatifnya adalah belajar dengan teman yang lebih jago memotret, waktunya fleksibel gratis dan bisa kapan saja. Kelemahan dari belajar dengan kawan adalah ketika seseorang salah menentukan seorang kawan untuk belajar fotografi, maka yang didapat adalah kita akan meyakini dan mengamini sebuah kesalahan dalam berfotografi.  Jika seseorang belajar fotografi dengan kawan yang cukup berpengalaman dan mumpuni dalam bidang fotografi, kelemahannya adalah sangat mungkin kita akan digiring menjadi seorang pemotret hampir mirip dengan seorang yang membimbing kita. Alhasil jika tidak jeli dan pandai menyikapinya, kita akan menghasilkan karya Kwalitas Dua (KW 2) dari kawan yang mengajari kita. Karena kesibukan sehingga tidak dapat kuliah fotografi, karena biaya yang lumayan mahal seseorang tidak bisa mendaftar short course, karena malu seseorang tidak bergabung dengan komunitas foto, atau tidak punya teman dekat yang bersedia mengajarkan fotografi bukanlah alasan kita untuk tidak dapat berfotografi.

Cara terakhir adalah dengan belajar secara mandiri. Seseorang dapat membaca buku-buku fotografi, melihat tutorial yang banyak tersedia di media online atau membaca artikel-artikel fotografi gratis yang dapat kita unduh. Kelemahan metode belajar fotografi semacam ini adalah akan terjadi komunikasi satu arah dalam proses belajarnya. Seseorang minim sekali mendapatkan feedback dalam pembelajarannya sehingga benar salah, lazim tidak lazim sebuah foto akan sulit dimengerti dan dipahami oleh pemotret.

Menentukan tempat dan metode belajar fotografi baik bangku kuliah, short course, seminar, komunitas, belajar dengan teman atau belajar sendiri itu semua adalah pilihan. Kita pilih satu, dua, atau mengombinasikannya, itu semua adalah pilhan. Yang pasti, setiap orang mempunyai kesempatan dan hak menjadi pemotret handal di mana pun tempat belajarnya bagaimana pun metodenya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *